Filusuf Bicara

"Obatilah penyakit Anda dengan makanan dan jadikanlah makanan Anda sebagai obat [Hipo Crates]"

Friday, July 1, 2011

Tiroid

 
Suskhana Herawati, 40 Tahun. Semarang
Tiroid
 
Suskhana Herawati-Tiroid
Sejak bulan April 2007, selama 3 bulan saya terus menerus merasa lemas, nafsu makan menurun, mual, muntah serta tidak bisa tidur dengan nyenyak. Berat badan saya pun turun sebanyak 17 kg.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, saya didiagnosa menderita penyakit tiroid. Dokter menganjurkan untuk laser atau terapi obat selama 2 tahun. Tapi karena saya yakin dengan manfaat produk High-Desert, saya menjalani terapi dengan bantuan produk-produk High-Desert.
Saya mengonsumsi produk High-Desert mulai 20 Juli 2007, HDI Royale Jelly Liquid, HDI Bee Propolis Tablet dan HDI Pollenergy 520. Setelah satu minggu mengonsumsi, saya sudah bisa tidur dengan nyenyak dan nafsu makan meningkat. Saya semakin yakin untuk terus mengonsumsi produk-produk High-Desert. Sebulan kemudian, saya kembali periksa ke laboratorium dan sudah terlihat adanya perubahan walaupun belum drastis. Konsumsi produk High-Desert tetap saya lanjutkan. Kini badan saya terasa segar dan berat badan naik hingga 10 kg. Saya dapat kembali beraktifitas seperti biasanya.


Produk yang digunakan : Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Endometriosis (Infertilitas)

 
Maria Lucia Evayani, 27 Tahun. Semarang

 
Maria Lucia Evayani-Endometriosis (Infertilitas)
Sejak kelas 6 SD, saya sudah mengalami gangguan menstruasi. Setiap kali menstruasi selalu menimbulkan rasa nyeri, bahkan terkadang membuat saya pingsan, diare, serta muntah-muntah. Untuk mengatasinya, saya menggunakan obat-obatan penahan rasa sakit. Namun lama-kelamaan, dosis obat yang harus saya konsumsi semakin meningkat.
Pada 2002 (setelah 12 tahun selalu mengalami rasa nyeri), adik saya yang juga merupakan salah seorang distributor High-Desert mengenalkan saya produk-produk perlebahan High-Desert. Akhirnya, saya mulai rutin mengonsumsi HDI Royale Jelly Liquid. Satu bulan kemudian, menstruasi saya tidak lagi sakit, dan tidak lagi membuat saya pingsan, diare, ataupun muntah-muntah sehingga saya tidak lagi bergantung pada obat-obatan penahan rasa sakit.
Pada tahun 2005, saya menikah dan ingin segera mendapatkan keturunan. Namun saat saya dinyatakan positif hamil, usia kandungan saya hanya mampu bertahan 1/2 bulan, dan saya dinyatakan keguguran. Sejak saat itu, saya sulit sekali untuk hamil. Saya sudah mencoba memeriksakan diri ke dokter, dokter mengatakan bahwa kandungan saya terlalu asam, sehingga harus diambil tindakan. Prediksi biaya yang diperlukan saat itu adalah Rp 2 juta. Itu pun belum termasuk biaya obat-obatan, dan biaya dokter. Karena terlalu mahal, saya lalu mencoba ke dokter kandungan lainnya di sebuah rumah sakit. Di sana, saya didiagnosa terkena endometriosis. Dokter menyarankan agar saya segera melakukan terapi. Namun, karena rasa takut akan obat-obatan, maka saya menolak terapi itu.
Waktu berlalu, pada tanggal 18 April 2006, saya mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan beberapa kulit sobek, termasuk kulit muka yang sobek dan mengelupas. Karena ingin cepat sembuh, saya mengonsumsi HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis Tablet, dan HDI Royale Jelly Liquid. Dua minggu kemudian, kondisi kulit dan luka jahitan saya telah menutup sempurna dan tidak berbekas. Pada tanggal 27 Mei 2006, saya melakukan tes kehamilan, dan hasilnya positif.  Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, saya memeriksakan kandungan saya ke dokter. Karena berdasarkan logika, pasien dengan endometriosis yang tidak diterapi, tidak mungkin mengalami kehamilan normal.
Hasil pemeriksaan USG menyatakan janin dalam kondisi baik. Selama masa kehamilan, saya terus rutin mengonsumsi produk-produk High-Desert, seperti HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis Tablet, dan HDI Royale Jelly Liquid. Hasilnya, selama hamil sembari terus bekerja, saya tidak pernah mengalami pendarahan, tubuh terasa sehat, stamina pun tetap terjaga.
Akhirnya, pada bulan Februari 2007, saya melahirkan seorang bayi perempuan dengan berat badan 3 kg, dan panjang 47 cm. Kini, usia bayi saya 4 bulan, dia terlihat sangat sehat, lincah, montok, dan jarang sakit-sakitan. Terima kasih untuk High-Desert yang telah menjaga kesehatan keluarga saya.


Produk yang digunakan : Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Sperma

 
I Gede Aryana, 28 Tahun. Bali
Gangguan Kualitas Sperma
 
I Gede Aryana-Gangguan Kualitas Sperma
Sejak kami menikah tahun 2005, tanda-tanda kehamilan tidak kunjung ada. Setelah diperiksa, dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan analisis sperma.
Ternyata saya mengalami Astenoteratozoospermia (Gangguan Kualitas Sperma), sehingga sulit mempunyai keturunan, bahkan mengarah ke mustahil. Sesuai saran dokter, saya melakukan terapi obat penyubur. Tetapi setelah kurang lebih 3 bulan hasilnya belum juga terlihat. Akhirnya, saya dan istri beralih ke pengobatan alternatif. Namun, lagi-lagi usaha kami tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
Sampai akhirnya pada September 2006, seorang bidan yang juga merupakan salah seorang distributor High-Desert bernama Ibu Vivin, menyarankan agar kami menggunakan HDI Dynamic Trio dan HDI Everec. Namun, karena adanya keterbatasan dana, kami hanya mengonsumsi HDI Royale Jelly Liquid saja.
Dua bulan kemudian, istri saya tidak mendapatkan haid. Awalnya kami tidak berpikir apa-apa, karena memang haidnya sering telat. Barulah awal Januari 2007, karena tidak kunjung mendapatkan haidnya, kami membeli alat tes kehamilan untuk memastikan. Ternyata hasilnya positif.

Produk yang digunakan : Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Infertilitas II

 
Sari Dewi, 31 Tahun. Semarang

 
Sari Dewi-Infertilitas
Sejak menikah pada tahun 2001 hingga tahun 2005, keluarga kami belum kunjung dikaruniai keturunan. Berbagai upaya telah kami lakukan, seperti melakukan pijat, mengonsumsi jamu-jamuan, namun hasilnya masih nihil. Hingga akhirnya, pada 9 Agustus 2005, melalui hasil pemeriksaan dokter, diketahui adanya infeksi pada mulut rahim dan kista. Dokter menyarankan agar saya melakukan operasi. Namun, saya tidak mau dioperasi, sehingga saya mengganti dokter. Pada tanggal 28 September 2005, dokter ke-2 memberikan saya obat-obatan untuk dikonsumsi yang harus dikonsumsi selama 2 minggu saja.
Pada Oktober 2005, saya mulai mengonsumsi produk-produk High-Desert seperti HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis Tablet dan HDI Royale Jelly Liquid, sambil terus mengonsumsi obat dokter. Resep yang diberikan dokter hanya dibeli untuk 2 minggu saja, setelah itu, saya hanya mengonsumsi HDI Dynamic Trio saja.
Sebulan kemudian tepatnya bulan November 2005, melalui hasil pemeriksaan kista saya dinyatakan hilang. Saya terus melanjutkan konsumsi HDI Dynamic Trio hingga 1 bulan lamanya (Desember 2005), dan infeksi mulut rahim saya dinyatakan hilang. Saya terus melanjutkan konsumsi hingga 17 Maret 2006. Dan syukur kepada Tuhan, melalui hasil pemeriksaan laboratorium, saya dinyatakan positif hamil.
Selama kehamilan, saya terus mengonsumsi HDI Dynamic Trio, dan akhirnya pada 12 November 2006, saya melahirkan seorang putri dengan selamat, dan diberi nama Athaya Annisa Defani, yang saat ini telah berusia 6 bulan (Mei 2007). Terima kasih banyak Tuhan, terima kasih High-Desert.


Produk yang digunakan : Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Infertilitas

 
Sherly, 29 Tahun. Jakarta

 
Sherly-Infertilitas
Hingga usia pernikahan 2 tahun, saya belum juga dikaruniai anak. Berbagai cara telah kami tempuh. Bahkan saya juga sudah memeriksakan diri ke dokter kandungan, tetapi dokter tidak menemukan masalah apapun. Akhirnya kami bercerai.
Saya menikah lagi dan selama 1 tahun pernikahan, saya belum juga dikaruniai anak. Saya berpikir mungkin Tuhan belum mempercayakan seorang anak kepada kami. Saya hanya pasrah dan berserah saja pada Tuhan. Kami yakin jika sudah saatnya, Tuhan pasti akan mengaruniai keturunan kepada kami.
Saya mengenal produk High-Desert dari kakak saya yang sudah menjadi member High-Desert. Pada awalnya saya tidak tertarik tetapi kakak saya terus mendesak saya agar mencoba produk ini sekaligus menjalani bisnisnya. Akhirnya pada bulan Oktober 2007 saya membeli produk-produk High-Desert.
Atas anjuran kakak, saya dan suami mengonsumsi HDI Dynamic Trio. Hanya dalam waktu dua minggu, kami sudah merasakan perbedaannya. Kini kami tidak mudah lelah, nafsu makan bertambah dan tidurpun terasa nyenyak.
Pada akhir bulan November, menstruasi saya sudah telat 2 minggu, payudara saya membengkak dan kepala terasa pusing. Setelah mendengar penjelasan saya, kakak saya menduga kalau ini adalah tanda-tanda kehamilan. Awalnya saya tidak percaya. Tapi setelah diperiksakan ke dokter kandungan, ternyata saya dinyatakan positif hamil 6 minggu.
Saya sungguh berterima kasih kepada Tuhan dan kakak saya yang telah memperkenalkan saya pada produk High-Desert. Kini saya bisa hamil.

Produk yang digunakan : Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid

Kecoa Picu Asma Pada Anak di Perkotaan




Para peneliti di Amerika Serikat telah mengidentifikasi kecoa sebagai salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus asma di kalangan anak-anak.
Di sejumlah kawasan permukiman di New York City, di mana kasus asma banyak ditemukan, anak-anak sering terpapar alergen dari kecoa sehinga mereka menjadi sangat rentan terhadap serangga tersebut.  Kasus asma di New York City tercatat mencapai 19 persen, atau hampir satu dalam lima anak, sementara di permukiman lainnya kasusnya hanya mencapai tiga persen saja. 
Lalulintas yang padat, asap industri, dan sumber polusi lainnya di luar rumah, dituding sebagai penyebab penyakit gangguan pernafasan itu pada masa lalu.
Namun para ahli dari Columbia University menemukan, anak-anak yang tinggal di kawasan permukiman dengan prevalensi asma yang tinggi memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi memiliki antibodi terhadap protein kecoa di dalam darah mereka, suatu pertanda bahwa mereka telah terpapar serangga tersebut dan diduga alergi terhadap hewan itu.
Selain itu, rumah di permukiman yang memiliki penderita asma, memiliki lebih banyak penyebab alergi yang dihasilkan oleh kecoa pada debu rumah tangga.
"Studi tersebut memberi bukti lebih jauh bahwa paparan terhadap kecoa adalah bagian dari cerita itu. Penyebab alergi kecoa benar-benar dapat menjadi penyebab perbedaan prevalensi asma, bahkan di lingkungan kota seperti New York City ", kata Matthew Perzanoweski, penulis studi tersebut seperti dikutip Reuters.
Dalam riset dipublikasikan Journal of Allergy and Clinical Immunology itu, Perzanowski dan timnya mengunjungi rumah 239 anak berusia tujuh dan delapan tahun. Separuh dari mereka tinggal di daerah yang memiliki angka tinggi penderita asma.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kemiskinan dengan peningkatan kasus asma di kalangan anak-anak. Untuk menghilangkan pengaruh tingkat pendapatan dan hasilnya, para peneliti kali ini hanya melibatkan keluarga yang memiliki  asuransi kesehatan dengan penghasilan menengah. Tujuannya adalah untuk memastikan mereka memiliki penghasilan yang sama dan akses ke perawatan kesehatan.
Dari riset tercatat bahwa lebih dari 50 persen anak-anak sebelumnya sudah menderita asma. Selama kunjungan, para peneliti  mengumpulkan debu dari tempat tidur anak-anak, lalu mengambil contoh darah untuk meneliti antibodi terhadap beragam penyebab alergi yang berkaitan dengan asma --termasuk anjing, kucing, tikus, kutu debu dan protein kecoa.
Hampir 1 dari 4 anak di berbagai permukiman yang memiliki penderita asma tampaknya alergi terhadap kecoa, dibandingkan dengan 1 dari 10 anak yang tinggal di berbagai daerah tempat asma tak umum ditemukan.
Kecoa meninggalkan protein yang dihirup orang dan menjadi sumber alergi, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan mereka akan menderita asma, kata Perzanowski.
Rumah di permukiman dengan tingkat kasus asma yang tinggi juga memiliki konsentrasi lebih tinggi bahan penyebab alergi kecoa, serta penyebab alergi yang berkaitan dengan tikus dan kucing. Selain itu, anak-anak yang alergi terhadap kecoa dan tikus lebih mungkin untuk menderita asma, kata Joanne Sordillo dari Channing Laboratory of Brigham and Women`s Hospital, Boston. .
"Pajanan terhadap penyebab alergi tikus atau kecoa mungkin meningkatkan risiko alergi, yang pada gilirannya berkaitan dengan pengembangan asma pada anak-anak," katanya.
Kendati kepekaan protein kecoa lebih umum ditemukan pada anak-anak di lingkungan yang memiliki banyak penderita asma, secara keseluruhan, anak-anak yang alergi terhadap debu dan kucing lebih mungkin untuk menderita asma.
(www.kompas.com)


 

Suplemen, Harga Mahal Bukan Jaminan




Jangan mudah tergiur dengan klaim suplemen vitamin. Penelitian menunjukkan sepertiga dari suplemen vitamin bermerek dan harganya mahal ternyata tidak mengandung nutrien yang cukup seperti yang tertera dalam label kemasan.
Dalam sebuah penelitian independen terhadap 38 merek multivitamin yang populer di Amerika, ditemukan hampir sepertiganya tidak mengandung cukup nutrien. ConsumerLab.com, sebuah laboratorium independen menguji keberadaan nutrien seperti asam folat, kalsium dan vitamin A (retinol dan beta-karoten) dalam suplemen yang mengklaim mengandung zat-zat tersebut.
Tim ConsumerLab juga menguji berapa lama waktu pemecahan tablet pada cairan. Hasilnya akan menentukan seberapa cepat kandungan vitamin bisa diserap oleh tubuh.
Dari 38 jenis suplemen vitamin yang dites, 13 dinyatakan gagal karena kelebihan satu jenis kandungan atau karena mereka tidak mengandung cukup kandungan seperti yang tertera dalam label. Bahkan, beberapa suplemen tidak mengandung zat-zat sesuai yang diiklankan.
Hasil pengujian juga menunjukkan suplemen multivitamin yang harganya mahal tak berarti bekerja lebih baik daripada suplemen yang lebih murah. Beberapa suplemen yang diketahui bekerja dengan baik justru yang murah.
Itu sebabnya, bertindaklah bijaksana dalam memilih suplemen dan vitamin. Jangan tergiur oleh harga mahal dan promosi berlebihan dari berbagai produk.
Guru Besar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudy, mengatakan vitamin dan suplemen bukan obat. Orang dengan kondisi normal dan berpola makan seimbang tak perlu vitamin dan suplemen karena terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi (Kompas Ekstra Kesehatan 30/5/11).
Vitamin, ujari Rianto, lebih pas untuk warga di daerah minus, untuk ibu hamil dan menyusui, mereka yang mengalami gangguan menyerap vitamin, diet khusus, atau vegetarian absolut.
(Sumber: www.kompas.com )